ANTUSIASME SISWA DAN GURU DI SMA N BANYUMAS MENGIKUTI SOSIALISASI DAN SKREANING NAPZA DENGAN METODE ASSIST

Image

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan tim dari Puskesmas Banyumas, Puskesmas Kalibagor, Puskesmas Sokaraja 1 dan Puskesmas Sokaraja 2 mengadakan Sosialisasi dan skreaning Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) dengan metode ASSIST di SMA N Banyumas pada hari Rabu pagi (11 Oktober 2017).

Kegiatan ini diawali dengan Sosialisasi oleh Kasie P2 PTM, Keswa dan Penyalahgunaan NAPZA DKK Banyumas Bpk. Jassun, beliau menjelaskan tentang pengenalan obat-obatan yang biasa disalahgunakan oleh masyarakat yang biasa dikenal dengan Napza, bahaya dan dampaknya bagi generasi muda dan bangsa saat ini. Salah satu tujuannya agar siswa siswi secara dini dapat mengenali obat-obatan yang dilarang untuk digunakan, paham kegunaan obat itu apa dan bahayanya jika disalahgunakan. Sejumlah 80 siswa-siswi dan guru sangat antusias mengikuti sosialisasi ini. Selain memberikan informasi secara lisan, tim juga memberikan gambaran efek terhadap korban penyalahgunaan Napza. Akibat dari penggunaan Napza adalah merusak fungsi organ tubuh, merusak mulut, gigi,  hidung, pencernaan, muka, semua organ tubuh menjadi tidak normal. Pengguna Napza akan berada pada tiga kondisi yakni, depresi, stimulan dan halusinasi. Untuk menangani masalah Napza memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerjasama multi disipliner, multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten.

Salah satu upaya pencegahan masalah penyalahgunaan Napza adalah melalui skrining atau deteksi dini dengan menggunakan instrument tertentu. Salah satu intsrumen untuk skrining adalah ASSIST (Alkohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test). Skrining ASSIST adalah skrining pertama yang mencakup semua zat psikoatif dengan menggunakan kuisioner  yang telah dikembangkan pada tahun 1997 oleh WHO dan peneliti spesialis adiksi. ASSIST dirancang khusus untuk dapat digunakan oleh petugas kesehatan dalam lingkup pelayanan kesehatan termasuk di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan ini menjadi wadah bagi petugas puskesmas dalam deteksi dini penyalahgunaan Napza pada siswa sekolah.

Selain Sosialisasi dan Skreeaning yang dilakukan pada Siswa juga adanya kegiatan Posbindu PTM pada Guru dan Siswa berupa Pemeriksaan Tekanan Darah, Cholesterole, Asam Urat, dan Gula Darah, kegiatan ini mendapatkan sambutan yang baik dari pihak sekolah dan berharap akan adanya kerjasama yang berkelanjutan untuk Posbindu PTM di Sekolah. Semoga ini menjadi awal yang baik terlaksananya program Posbindu PTM di Sekolah.

 

 

.

Komentar